Nyadran & Doa Bersama
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang pada hari ini, Minggu, 15 Februari 2026, mengizinkan kita berkumpul di Makam Raudlatul Muttaaqiin dalam keadaan sehat wal’afiat untuk melaksanakan tradisi mulia, Nyadran dan Doa Bersama.
Nyadran sebagai Wujud Syukur
Hadirin sekalian, tema kita hari ini adalah "Wujud Syukur dan Bakti Terhadap Leluhur". Mengapa syukur? Karena kita yang berdiri di sini adalah "buah" dari pohon yang ditanam oleh para leluhur kita. Kita bersyukur atas warisan iman, Islam, dan nilai-nilai kebaikan yang mereka turunkan. Nyadran bukan sekadar membersihkan makam secara fisik, tapi membersihkan hati kita dari sifat sombong dan lupa daratan.
Bakti yang Tak Terputus
Bakti kepada orang tua dan leluhur tidak berhenti saat nafas mereka terhenti. Rasulullah SAW bersabda bahwa salah satu amal yang tidak terputus adalah doa anak sholeh. Hari ini, kehadiran kita di Makam Raudlatul Muttaaqiin adalah bukti bakti nyata. Doa-doa yang kita lunturkan adalah "hadiah" terbaik yang sangat mereka nantikan di alam barzakh.
Pelajaran dari Kematian (Dzikrul Maut)
Duduk di antara nisan-nisan ini mengingatkan kita bahwa kita pun akan menyusul. Jika hari ini kita mendoakan leluhur, harapannya kelak anak cucu kita pun akan berdiri di sini mendoakan kita. Inilah rantai kebaikan yang harus terus kita jaga.
Mari kita jadikan momentum Nyadran ini untuk mempererat silaturahmi antar warga dan meningkatkan ketakwaan kita. Semoga para ahli kubur di Makam Raudlatul Muttaaqiin diampuni segala dosanya dan ditempatkan di taman syurga Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
@rkmlempake